Penyusun: Ahmad Zabidi, Anjaghi Juliansyah, Bilkis Wardani, Cinta Salsabila, Nona Amarya, Ega Arya, Safitri Mulia Ningrum, Siti Nurafifah, Wisnu Nurul Aisyah, Maysa Putri Widya N., Muhammad Kholik Asror, Muhammad Ramdan, Nabila Anjani, Nazwa Aqillah

Editor: Dr. Mutawali, S.E.I., M.M.

Penerbit: Yayasan Kayyis Mulia Jaya

Sinopsis

Bea checking atau Sistem Informasi Debitur (SID) adalah sistem yang harus ada dalam manajemen resiko kredit. Menurut Jasa Keuangan (OJK), atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), mengharuskan lembaga keuangan atau bank mengecek informasi dan menguji kelayakan debitur sebelum menerima pinjaman dari bank, hal ini di lakukan bank untuk menghindari kredit macet dengan mengumpulkan data tentang riwayat debitur, status pinjaman debitur, jumlah pinjaman debitur, status pembayaran debitur, Non-Performinh Loans atau kredit macet, dan informasi yang menyangkut lainnya

Wibowo (2020) dalam Journal of Financial Management mengatakan bea cheking atau SLIK berfungsi meningkatkan efisiensi sektor perbankan, dengan hal itu memudahkan bak untuk mengambil keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang valid dan terupdate tentang pinjaman. Menurut Sjahrial (2020), fungsi utama bea checking adalah peningkatan keamanan bank dalam pemberian pinjaman kepada debitur dan menjaga stabilitas sistem bank dengan memberikan informasi yang transparan kepada pihak debitur       

Dalam dunia perbankan dan keuangan, proses pemberian kredit tidak hanya bertumpu pada kepercayaan semata, tetapi juga pada evaluasi yang mendalam terhadap kemampuan dan niat calon debitur untuk memenuhi kewajibannya. Salah satu instrumen utama dalam evaluasi ini adalah bea checking, sebuah proses analisis dan verifikasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kredit. Buku ini, yang berjudul *”Konsep Dasar Bea Checking pada Kredit”, hadir untuk memberikan pemahaman mendalam mencakup pembahasan lengkap mulai dari konsep dasar, prosedur, hingga peran teknologi dan regulasi dalam bea checking. Tidak hanya itu, buku ini juga membahas aplikasi bea checking dalam berbagai jenis kredit, mulai dari kredit mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kredit konsumer, hingga kredit komersial. Pembaca juga akan diajak untuk mendalami masalah, hambatan, serta strategi pengembangan bea checking di masa depan melalui studi kasus yang relevan. 

Buku ini ditulis untuk menjawab kebutuhan praktisi keuangan, akademisi, serta masyarakat umum yang ingin memahami dan mengoptimalkan proses bea checking dalam pengambilan keputusan kredit. Seiring dengan perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global, proses bea checking terus berkembang menjadi lebih kompleks, menuntut pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, buku ini juga berfungsi sebagai panduan praktis bagi lembaga keuangan yang ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam proses evaluasi kredit. 

Bea checking memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengelolaan risiko kredit dan stabilitas keuangan lembaga pemberi pinjaman. Dengan memahami konsep, prosedur, serta strategi pengembangannya, pembaca dapat: 

  1. Mengurangi Risiko Kredit: Memahami cara mengidentifikasi calon debitur yang berpotensi gagal bayar.
  2. Meningkatkan Keputusan Kredit: Memperoleh wawasan untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan bertanggung jawab.
  3. Mengikuti Tren Teknologi: Mengenali peran teknologi dalam mengotomatisasi dan meningkatkan keakuratan proses bea checking.
  4. Memahami Regulasi: Mengetahui kebijakan yang berlaku untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum.

Melalui buku ini, pembaca diharapkan tidak hanya memahami pentingnya bea checking dalam konteks pengelolaan risiko, tetapi juga mampu menerapkannya secara efektif dalam berbagai situasi kredit. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi referensi, tetapi juga alat untuk meningkatkan profesionalisme dalam dunia keuangan dan perbankan

 

Yayasan Kayyis Mulia Jaya adalah platform penerbit, percetakan buku, jurnal, dan karya ilmiah.

Scroll to Top