Penulis:

Karolus Baha Wato Makin

Editor:

Berani Berpikir Kritis di Tengah Tantangan Budaya Apatis

Di tengah derasnya arus informasi, dominasi media digital, dan kehidupan sosial yang semakin pragmatis, sikap apatis kian menjadi hal yang dianggap wajar. Banyak orang memilih diam, tidak peduli, atau sekadar mengikuti arus, bahkan ketika ketidakadilan, manipulasi informasi, dan krisis demokrasi terjadi di sekitar mereka. Dalam situasi inilah, berpikir kritis bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar.

Buku ini mengajak pembaca untuk kembali berani berpikir. Tidak sekadar berpikir cerdas, tetapi berpikir kritis—mampu mempertanyakan, merefleksikan, dan memahami realitas sosial secara lebih mendalam. Dengan bahasa yang jernih dan argumentasi yang kuat, buku ini mengupas bagaimana budaya apatis terbentuk, mengapa ia begitu mengakar dalam kehidupan modern, serta bagaimana dampaknya terhadap pendidikan, media, politik, dan kesadaran sosial kita.

Melalui sepuluh bab yang saling terhubung, pembaca diajak menelusuri urgensi berpikir kritis di era modern, memahami relasinya dengan kesadaran sosial, serta melihat peran strategis pendidikan sebagai ruang pembebasan berpikir. Buku ini juga membahas secara kritis bagaimana media dan informasi dapat membentuk bahkan memanipulasi kesadaran publik, serta bagaimana apatisme politik menggerus kualitas demokrasi.

Lebih jauh, buku ini menempatkan mahasiswa dan intelektual publik sebagai aktor penting dalam membangun budaya kritis. Tidak berhenti pada tataran gagasan, pembaca juga diajak menemukan strategi dan praktik berpikir kritis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari cara menyikapi informasi, berinteraksi sosial, hingga mengambil posisi sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Berangkat dari pemikiran tokoh-tokoh kritis seperti Paulo Freire, Jürgen Habermas, dan Antonio Gramsci, buku ini menyatukan refleksi teoritis dan realitas kontemporer Indonesia. Hasilnya adalah sebuah bacaan yang tidak hanya mencerahkan, tetapi juga menggugah keberanian moral untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam kehidupan sosial.

Berani Berpikir Kritis di Tengah Tantangan Budaya Apatis ditujukan bagi mahasiswa, pendidik, aktivis, dan pembaca umum yang peduli pada masa depan masyarakat yang lebih sadar, adil, dan berkeadaban. Buku ini adalah ajakan untuk keluar dari sikap diam, melawan apatisme, dan menumbuhkan keberanian berpikir sebagai fondasi perubahan sosial.

 

Yayasan Kayyis Mulia Jaya adalah platform penerbit, percetakan buku, jurnal, dan karya ilmiah.

Scroll to Top