Penulis:
Dr. H. Muhamad Rezky Pahlawan MP, S.H., M.H.
Editor:
ET Hadi Saputra
Buku yang ada di tangan Anda, “Regresi Demokrasi dan Ketahanan Konstitusi”, kami susun sebagai sebuah sistem peringatan dini (vroegtijdig waarschuwingssysteem) menjelang tahun 2026. Kita menyadari bahwa tahun tersebut merupakan titik krusial bagi Indonesia untuk membuktikan Resiliensi Konstitusi (Constitutionele Veerkracht) pasca-transisi kekuasaan yang penuh intrik. Saat ini, kita tidak hanya berhadapan dengan masalah administratif biasa, melainkan sebuah fenomena global yang mulai mengakar kuat di tanah air, yaitu Kemunduran Demokrasi (Democratische Regressie). Kondisi ini menjadi sangat mengkhawatirkan karena degradasi tersebut berjalan secara halus di bawah payung legalitas formal yang kita kenal sebagai Otoritarianisme Legal (Autocratisch Legalisme).
Secara epistemologis, buku ini menawarkan jalan keluar yang konkret. Kami meyakini bahwa solusi atas krisis demokrasi tidak cukup hanya mengandalkan teori Negara Hukum (Rechtsstaat) yang positivistik. Indonesia harus kembali pada jati diri hukumnya sebuah Cita Hukum (Rechtsidee) yang berakar pada Pancasila sebagai Norma Dasar Negara (Staatfundamentalnorm). Dalam edisi penyempurnaan ini, kami telah mengoperasionalisasikan konsep “Hikmat Kebijaksanaan” (Wijsheid) melalui parameter Partisipasi Bermakna (Betekenisvolle Deelname) yang terukur, sehingga nilai luhur ini tidak lagi rentan dibajak oleh kepentingan elit.
Melalui lembar-lembar ini, kami membedah secara radikal bagaimana instrumen hukum mengalami Persenjataan Hukum (Wapening van het Recht). Kami menyelidiki bagaimana harkat, martabat (Waardigheid), dan kejujuran (Eerlijkheid) sering kali dianggap oleh politisi sebagai beban pragmatis. Kami juga menawarkan solusi keras melalui “Manifesto Restorasi” untuk melawan Pembangkangan Konstitusional (Constitutionele Ongehoorzaamheid). Lebih jauh lagi, buku ini mengintegrasikan isu Konstitusionalisme Digital (Digitaal Constitutionalism) dan Konstitusionalisme Hijau (Groen Constitutionalism) sebagai antitesis langsung terhadap praktik surveilans dan eksploitasi alam yang dipayungi oleh legalisme otoriter.
Buku ini kami tujukan bagi kalangan akademisi, praktisi hukum, dan pengambil kebijakan yang masih memiliki nurani. Harapan kami, karya ini menjadi referensi kanonik yang memberikan dosis solusi nyata bagi keteguhan sistem ketatanegaraan kita. Demokrasi mungkin sedang mengalami regresi, namun dengan kejujuran dan keberanian moral, konstitusi kita akan selalu menemukan jalan untuk tetap tangguh dan bermartabat.

Yayasan Kayyis Mulia Jaya adalah platform penerbit, percetakan buku, jurnal, dan karya ilmiah.
